Rabu, 04 Januari 2012

CINTA

PUISI UNTUK KAWAN-KAWANKU...



cinta dalam diam, itu lebih baik...
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..

karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?


dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...

jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...





Indahnya Pernikahan


"Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis" (Al-Qalam:1)


OLEH : ANNISA CHIBY
Barakallahulaka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khairin

Semoga Allah memberkahi kepadamu & atasmu dan (semoga Allah) mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan.” (H.R. Tirmidzi)


Kabar bahagia datang dari 2 sahabatku. Ya, apalagi kalau bukan berita bahagia tentang pernikahan mereka. Entah bagaimana perasaan mereka saat ini menunggu detik-detik perjanjian yang besar itu yang bahkah Arsy pun akan berguncang mendengarnya. Hmm, aku tersenyum, tak tau apa yang harus ku tulis disini. Aku hanya bisa mengucap syukur atas kebahagiaan mereka, bisa menggenapkan separuh agama, melakukan ibadah-ibadah yang hanya bisa dilakukan setelah menikah --ah, aku iri rasanya--

Sahabat, kau pasti terlihat cantik saat itu. Bidadari surga mungkin akan cemburu, karena laki-laki terbaik pilihan Allah, menantimu, yang akan menjadi imam dan panutanmu kelak, yang berhak atas dirimu. Di sana, saat akad nikah telah diucapkan, lihatlah matanya, penuh kasih sayang dan perlindungan terhadapmu, yang berhak engkau miliki. Bersyukurlah, Allah mengirimkan imam terbaik pilihan-Nya, sebagai hadiah atas perjuanganmu selama ini, menempuh berbagai gelombang dahsyat. Lihatlah tetesan air mata bahagiamu, kau bahkan tampak cantik dengan air mata itu.



"Ya Allah, semoga Engkau menyegerakan pertemuan dengan bidadaraku sendiri..."

Selasa, 03 Januari 2012

Karya Tulis Non Ilmiah (ANEKDOT)

by : Supriyatna


PELUPA
Aki Rahul dan Nini Sakyah adalah kakek dan nenek yang tinggal di suatu desa dan mereka tinggal hanya berdua. Meskipun usia mereka sudah di atas 60 tahun tapi mereka masih sangat kuat dan sehat. Setiap hari Aki rahul pergi ke sawah untuk menggarap lahan pertaniannya, begitupun dengan Nini sakyah selalu pergi ke pasar untuk berjualan. Tapi meski begitu pengetahuan mereka tentang agama sangatlah rendah, mereka tidak begitu paham dengan hal-hal yang berkaitan dengan agama.
Pada bulan ramadhan mereka berdua juga ikut berpuasa meskipun mereka tetap melaksanakan aktifitas mereka seperti biasanya. Pagi-pagi  sekali Aki Rahul sudah bersiap-siap untuk pergi ke ladangnya karena dia harus segera menyelesaikan pekerjaan yang kemarin tertunda.
Sebelum berangkat Aki Rahul menghampiri Nini Sakyah dan berkata
Aki      : nini, Aki mau berangkat keladang pagi-pagi karena harus menyelesaikan pekerjaan yang kemarin, banyak sekali rumput di lading kita.
Nini     : Ya ki.., mumpung masih pagi mending segera berangkat.
Aki      : Oh ya ni bekal untuk makan siang saya sudah di bungkus apa belum? Sekalian sama airnya ni.
Nini     : Loh aki ini gimana sih, ini kan bulan Ramadhan terus Aki kan juga lagi puasa, masa harus bawa bekal sama air segala ki?
Aki      : Eh,,, ya memang ni aki juga tahu ini bulan Ramadhan dan Aki juga lagi puasa,tapi kan nini tahu aki ini sudah tua dan kadang-kadang suka lupa.  gimana nanti kalau  aki lupa kalau aki lagi puasa. Aki mau makan apa ni?
Nini     : oh ya ki, Aki bener juga. Ya udah tunggu ya ki nini bungkusin dulu bekalnya, Airnya Nini taruh di botol bekas bir saja ya ki?
Aki      : ya ni udah cepat nanti keburu siang.






                     

SALAH TANYA

Anak Remaja memang kadang sesukanya sendiri, sama halnya ketika mereka naik sepeda motor di jalanan. Banyak sekali tingkah laku anak remaja yang sebenarnya tidak sesuai dengan norma masyarakat. Anak kelas 1 SMP sudah berani bawa sepeda motor di jalan raya. Kalau pas kebeneran ada Polisi mereka juga yang susah sama seperti cerita Udi dan Uda.
Suatu hari Udi dan Uda sedang mengendarai sepeda motor. Pas di Jalan Martadinata banyak sekali Polisi yang sedang memeriksa kendaraan-kendaraan yang lewat. Secara otomatis mereka berdua sangat terkejut, sebab selain mereka tidak membawa SIM mereka juga tidak membawa STNK. Mereka berdua beruasaha mencari solusinya.
Udi    : Aduh…., gimana nih, kita sudah pasti akan di tilang
Uda   : ya bener kita bakal di tilang….,
Udi    : Kamu biasanya banyak akalnya  da, coba kamu berfikir.
Uda   : aku punya  ide…, Aku nanti pura-pura nanyain jalan sama bapak Polisi. Biasanya kalo kaya gitu kita kelihatan gak punya salah.
Lalu kemudian mereka berdua menghampiri Polisi yang sedang beroperasi dengan harapan cara mereka akan berhasil. Sebelum Polisi berkata apa-apa. Uda lansung bertanya terlebih dahulu.
Uda   : Pak…, kalau jalan Martadimana sih dinata pak?
Saking takutnya dan gemeter Uda salah bertanya, selain itu Uda juga ngomongnya terbata-bata
Melihat uda kaya gitu bapak Polisi gak sedikitpun tertipu, Uda dan Udi langsung saja di tilang.






SURAT VS SMS

Di zaman teknologi yang berkembang sangat pesat ini manusia bias melakukan kegiatannya dengan cepat dan mudah. Begitupun dalam bidang  komunikasi, kita bias berkomuniksai jarak jauh secara langsung tanpa harus lewat surat. Dampak dari semua ini yaitu menurunnya pengguna Pos sebagai sarana untuk menyampaikan surat. Sampai akhirnya kepala kantor Pos mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan kembali pengguna Pos.
Kepala kantor Pos       :  sekarang orang sudah jarang yang menggunakan surat sebagai alat komunikasi,mereka lebih memilih hp untuk menyampaikan berbagai informasi. Karena hal tersebut maka sekarang sudah diputuskan bahwa kantor-kantor dinas pemerintah di anjurkan memakai surat untuk tujuan-tujuan kedinasan baik yang bersifat formal ataupun semi formal.disamping hal itu nanti kita akan mnyelenggarakan pemilihan nominasi pengirim surat terbanyak, untuk yang terpilih nanti akan mendapatkan hadiah dari kantor Pos.
Pekerja kantor Pos       : Mohon maaf pak. Bagaimana kita member  tahu anjuran ini kepada kantor-kantor dinas?
Kepala kantor pos       : lewat sms saja biar lebih cepat dan murah











Ihdina……., Sirotol  Mustaqim

Ada salah sorang jamaah haji dari sunda di tanah suci mekah.ia terseset ketika hendak thowaf mengitari ka'bah.ia telah mencari cari dimanakah masjidil haram.mau bertanya ia hanya bisa berbahasa sunda.padahal dari tadi tidak dijumpai orang yang sekampung denganya.Alangkah gembiranya orang sunda itu ketika bertemu dengan jamaah lain yang kulitnya sama.disangkanya orang itu berasal sedaerah denganya,maka dengan bahasa sunda yang lancar ia bertanya,"Punteeen!palih mana nu badhe ka masjidil haram.?( yang artinya maaf, sebelah mana jalan menuju masjidil haram?)ternyata jamaah yang ditanya bukan orang sunda,dia orang jawa yang hanya mengerti bahasa jawa.karena itu orang tersebut menggeleng seraya menjawab,"Lha....mboten ngertoss."artinya tidak mengerti apa yang ditanyakan.

Tetapi orang sunda itu tidak kehabisan akal.ia berfikir orang jawa itu toh biasa sholat dan pasti mengerti bahasa jawanya al-fatihah.sebab surat itu wajib dibaca setelah sholat.lantas berkata,"puunten...!ihdinaa masjidil haram.??"(ihdinaa adalah salah satu kalimat dalam surat al fatihah yang maknanya berilah kami petunjuk).Betul juga.orang jawa itu paham maksudnya,maka sambil tertawa orang itu menjawab,"shirotol mustaqim"itu juga terdapat dalam surat al fatihah yang berarti jalan terus.Orang sunda itu dengan suka citanya mengucapkan terima kasih,maka jalan terus kedepan.beberapa langkah dimuka ia agak kebingungan yang lurus jalanya agak kecil,sedangkan yang lebar jalannya kesebelah kiri.jadi ia menempuh jalan agak kekiri itu karena lebar.Dari kejauahan orang jawa tadi berteriak,"waldhoolin....mustaqiim"."jangan tersesat lurus saja."Dengan peringatan yang terakhir itu,orang sunda tersebut berhasil mencapai tempat yang dituju.









Khutbah Nasruddin …

Suatu ketika, orang-orang di kota mengundang Nasruddin untuk menyampaikan khutbah di sebuah majelis.Ketika tiba di mimbar, dia mendapati bahwa sebagian besar hadirin dalam majelis itu tidak terlampau bersemangat untuk mendengarkan khutbahnya. Sesudah menyampaikan salam, Nasruddin bertanya kepada hadirin, “Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan dalam khutbah ini ?” Hadirin serempak menjawab, “Tidak !” Sebab itu Nasruddin berkata, “Aku tidak punya keinginan untuk berbicara kepada orang-orang yang tidak mengetahui apapun tentang apa yang akan aku bicarakan” kemudian berjalan turun dari mimbar dan meninggalkan majelis.Orang-orang merasa tidak enak hati kepadanya dan mengundangnya lagi pada keesokan harinya.
Keesokan harinya, sesampai di mimbar, Nasruddin mengulang pertanyaan yang sama dan hadirinpun menjawab, “Ya !”. Maka Nasruddin berkata, “Baiklah, karena kalian sudah tahu apa yang akan aku katakan maka aku tidak akan membuang waktu kalian yang sangat berharga.” Kemudian ia turun dari mimbar dan berjalan pulang. Kali ini orang-orang benar-benar dibuat bingung dan akhirnya mereka memutuskan untuk mencoba sekali lagi dan mengundangnya agar datang lagi minggu depan menyampaikan khutbah.
Minggu depannya, ketika naik mimbar, Nasruddin lagi-lagi bertanya yang sama, “Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan dalam khutbah ini ?” Kali ini hadirin sudah bersiap-siap untuk pertanyaan itu, maka sebagian dari mereka menjawab “Tidak !” dan sebagian lagi menjawab “Ya !”Nasruddin pun berkata lagi, “Baiklah, kalau begitu sebahagian yang sudah tahu bisa menceritakan kepada sebahagian lainnya yang belum tahu” dan ia pun kemudian turun meninggalkan mimbar.